Posted by: andyyanuar | November 27, 2011

hafara menulis HAFARA menjadi Kisah

Hafara Menulis Hafara Berkisah

(Dari mengamen Jalanan jadi berakting Teater )

Blog ini kini bukan kuasaku mutlak dimana tidak hanya tulisan-tulisan hasil imajinasi, kreasi, atau tumpah ruah pikiranku yang bertahta tunggal dan absolute. Kini, blog-ku akan makin berwarna dengan pelangi yang baru, Hafara….

Tulisan yang melukiskan apa yang mereka rasa dan angan… pendaman yang tersimpan rapat di hati mereka kini mereka bagi melalui coretan-coretan tangan mereka. Hafara merupakan panti yang membina beberapa teman-teman yang sering mangkal di perempatan Galeria…ya, Mereka mengamen di bangjo Gale. Beruntunglah, kini mereka di bina di panti Hafara, dan mereka sudah tidak di jalanan…kini mereka berkreasi dalam wadah teater yang dilatih dari teman kita dari ISI.

Maaf, aku hanya bisa member sedikit gambaran tentang mereka, karena aku pun baru mengenal mereka…yah…kapan2 mungkin aku akan berkisah lengkap tentang sejarah mereka. Semoga, amiiiiin.

Berikut adalah tulisan mas Wahyu. Sekarang Alhamdulillah beliau sudah menikah dengan teman seperjuangannya di jalanan, yaitu mbak Tri. Jadi, tulisan-tulisan ini ditulis oleh sepasang suami istri muda. Saya salut dengan beliau yang menikah di usia muda. Setahu saya, mbak Tri itu jauh masih muda di bawahku,umurnya 16 tahun dan anaknya bernama dika yang masih berumur 8 bulan. Dika tu lucu lo….

Untitled by HAFARA

Sejak pertama aku menginjak jl. Solo (Galeria) ake bertemu dengan seseorang waktu itu aku belum tau namanya tapi lama kelamaan aku kenal dengan dia. Dia adalah Bahlul. Dia orangnya baik padaku. Kemana pun kami pergi selalu berdua. Susah senang kami rasakan di Jalan Solo. Sampai-sampai kami pernah kejar-kejaran sama satpol pp karna gara-gara kami mengamen di lampu merah.

Dia kejar-kejaran sama satpol pp tidak hanya sekali-dua kali tapi sudah 17X. tapi semua itu tak membuat aku takut untuk hidup di jalanan. Karna jika kejar-kejaran sama petugas. Ini sudah resiko setiap orang mengamen di lampu merah dan pada suatu hari aku kenal dengan seorang cewek. Dia adalah <>. Dia orangnya cantik and manis. Lama-kelamaan aq kenal dia lebih dalam sampai-sampai susah senang kami lalui di jalanan maklum waktu itu aku tergolong anak (OBLO) “Obrolane Bocah di Omah”. Dan Alhamdulillah sampai sekarang dia <> masih bersamaku dan dia menjadi pendamping hidupku dan kami pun sudah berkeluarga dan kami mempunyai 1 orang anak <>. Dan Alhamdulillah aku sekarang sudah tidak tinggal di jalanan dan kami tinggal di rumah sekarang itu semua karna pertolongan seseorang. Dia adalah Chabib wibowo. Trima kasih babe dan sampai sekarang aku juga masih berteman dengan bahlul. Lul, kamu adalah teman sejatiku. Aku takkan pernah untuk melupakan semua kebaikanmu meski ku tak bisa membalas kebaikanmu. Aku doakan Tuhan yang akan membalas semua kebaikanmu. Amin. Sekian..

Jangan sampai anak-anak kita terjun ke jalan dan mengamen.

Wahyu Hafara.

Nah ini hasil karyanya mbak Tri lo…

Untitled by HAFARA

Rintihan para Pengamen Jalanan

Akulah pengamen kereta

Susah senang dan duka

Terkadang akku lalui di kereta

Terkadang kalau nasib masih baik

Mendapat uang yang lumayan

Tapi bila nasib masih apes satpam atau brimob mengejar kami dan alat kami pun disita dan menebusnya

Dan apabila mengamen di lampu merah ada

Pol pp yang selalu merampas alat yang mengamen saya

Mengapa orang korupsi tidak dicari dan ditangkap

Kenapa harus kami orang yang kecil yang dikejar-kejar seperti

Maling padahal kami hanya mencari nafkah seratus demi seratus untuk makan kami

Kami juga ingin beli baju beli celana

Pesan untuk pol pp, satpam, brimob jangan hanya kami orang yang kecil yang dikejar-kejar para koruptor dan maling kelas kakap yang pantas dihukum dan dituntaskan

INDONESIA TAKKAN MERDEKA

NARKOBA PEMBUNUH BANGSA

KORUPSI BIKIN RAKYAT Z-KARAT

MASYARAKAT MISKIN DICEKEK

INDONESIA MENANGIS LAGI

SEMUA PEMIMPINKORUPSI

PANTUN

Jalan-jalan ke Sulawesi

Jangan lupa beli ikan kakap

Sudah banyak pejabat korupsi

Tapi kenapa tidak ditangkap

Pantun

Jalan-jalan ke kota Jogja

Cuma beli mangga

Susah senang dip anti hafara

Kita lalui bersama

Buah mangga

enak rasanya

Dika manja

Tri Ibunya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: